Apa Itu Artificial Intelligence dan Manfaatnya Untuk Proses Rekrutmen

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan simulasi kecerdasan manusia pada mesin komputer yang diprogram untuk menjalankan pekerjaan manusia secara otomatis.

Contoh penggunaan kecerdasan buatan adalah asisten pribadi Siri di iPhone, sistem self-driving pada mobil Tesla, dan rekomendasi film pada Netflix.

Saat ini AI juga digunakan dalam proses rekrutmen karyawan. Software rekrutmen AI adalah machine learning atau sebuah perangkat lunak yang mampu belajar dari pengalaman berdasarkan input data. Semakin banyak menerima dan memproses data, maka semakin baik AI dalam membuat keputusan.

Kini, ada banyak elemen yang berkaitan dengan human resources department (HRD) yang sudah dapat diotomatisasi dan dioptimalkan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penemuan ini juga sangat berguna dalam periode perekrutan tenaga kerja, tetapi sayangnya, hanya beberapa perusahaan yang telah menggunakan elemen AI dalam proses perekrutan mereka. Teknologi AI dapat diandalkan dalam proses screening CV berdasarkan algoritma tertentu, seperti pencocokan kata kunci. Proses ini jauh lebih cepat dan efisien ketimbang penyaringan manual.

Manfaat Artificial Intelligence dalam proses rekrutmen

Hadirnya teknologi Artificial Intelligence atau AI dapat memberikan banyak manfaat untuk proses rekrutmen. Saat ini juga sudah banyak software rekrutmen yang menghadirkan teknologi AI yang cerdas. Berikut ini beberapa manfaat hadirnya teknologi Artificial Intelligence atau AI dalam software recruitment untuk proses rekrutmen karyawan:

Mempersingkat proses

Manfaat pertama yang akan dirasakan adalah dapat mempersingkat proses rekrutmen. Tahap rekrutmen bisa cukup panjang, mulai dari publikasi iklan, penerimaan lamaran, seleksi resume dan shortlisting, hingga wawancara kandidat. Proses yang memakan waktu bisa disebabkan oleh volume pelamar yang besar dan seleksi secara manual.

Misalnya, saat mencari satu orang kandidat untuk mengisi sebuah peran di perusahaan, Anda harus membaca ratusan CV pelamar untuk memilih kandidat yang memenuhi kualifikasi. Tentunya proses ini memakan waktu dan butuh ketelitian lebih.

Dengan perangkat lunak Applicant Tracking System (ATS), proses penyaringan ratusan CV dapat dilakukan jauh lebih cepat, sehingga Anda juga menghemat ratusan jam kerja. Proses rekrutmen yang singkat juga memberikan pengalaman positif bagi kandidat, yang pada akhirnya akan menaikkan employer brand Anda.

Meningkatkan kualitas rekrutmen

Software AI menyeleksi kandidat secara otomatis berdasarkan kesesuaian antara CV dengan deskripsi pekerjaan dan daftar persyaratan, misalnya mencocokkan pengalaman dan keterampilan kandidat dengan jenis peran. Kandidat yang memiliki kesesuaian paling tinggi akan berada di peringkat teratas.

Artinya, proses seleksi ini tidak melalui campur tangan manusia, sehingga meminimalkan bias. Ini akan meningkatkan kualitas rekrutmen, karena calon yang terseleksi benar-benar mereka yang memenuhi syarat.

Menekan biaya

Proses rekrutmen adalah pekerjaan berbiaya mahal. Menurut hasil studi Society for Human Resource Management (SHRM) tahun 2016, rata-rata biaya perusahaan untuk merekrut seorang karyawan adalah 4.129 dolar AS, dengan waktu untuk mengisi peran terbuka 42 hari. Jadi, salah merekrut orang karena proses yang kurang andal dapat berakibat pemborosan dan inefisiensi.

Dengan menggunakan AI, Anda bisa menghemat pengeluaran perusahaan dengan mencegah biaya yang timbul akibat salah merekrut orang atau biaya turnover karyawan.

Hiring tools terbaik yang memberikan teknologi AI adalah Shortlyst. Memberikan 600 juta lebih profil kandidat yang bisa diakses dari seluruh dunia. Dapat terintegrasi ke berbagai platform seperti LInkedIn. Dengan harga yang  sangat terjangkau, mulai dari 23 USD dapat merasakan berbagai fitur yang akan membuat proses rekrutmen efisien.